Jakarta|INN.com
Masuknya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam jajaran 13 pemimpin dunia paling disorot pada World Economic Forum (WEF) Davos 2026 merupakan sinyal kuat meningkatnya posisi strategis Indonesia di panggung global. Forum ekonomi paling bergengsi di dunia ini kembali menjadi ruang penting bagi Indonesia untuk menegaskan kepemimpinan, visi, serta kepentingan nasionalnya di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi internasional yang terus berubah.
kehadiran Presiden Prabowo merupakan bagian dari diplomasi ekonomi tingkat tinggi yang dirancang untuk memperkuat daya tawar Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru dunia.WEF Davos adalah panggung global tempat arah ekonomi dunia dibicarakan dan diputuskan. Ketika Presiden Prabowo berdiri sejajar dan satu panggung dengan pemimpin-pemimpin besar dunia.
Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato pada Kamis, 22 Januari 2026, dalam sesi strategis yang akan dihadiri para kepala negara, CEO korporasi global, dan pengambil kebijakan internasional. Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo akan berbagi panggung dengan pemimpin negara sahabat seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta tokoh-tokoh dunia lainnya.
Arief menilai, momentum ini sangat penting untuk mempertegas arah kebijakan ekonomi Indonesia yang berfokus pada hilirisasi industri, ketahanan pangan dan energi, transisi energi, serta stabilitas kawasan. Indonesia hadir dengan narasi optimisme, stabilitas, dan peluang kerja sama yang konkret.
Kepemimpinan Presiden Prabowo membawa pesan bahwa Indonesia siap menjadi mitra strategis dunia baik dalam investasi, perdagangan, keamanan ekonomi, maupun isu lingkungan. Ini adalah diplomasi yang berbicara dengan kepercayaan diri dan kepentingan nasional yang jelas,” ujar Arief
