Sinabang Info News Nusantara.com Selasa 13/1/25.Kondisi Jembatan Panter di kawasan Pelabuhan Lama, Desa Sinabang, kian memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan warga. Jembatan vital sepanjang ±12 meter ini merupakan akses utama masyarakat menuju Masjid serta Dusun Suka Damai, kawasan padat penduduk yang setiap hari dilalui Ratusan pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Kerusakan jembatan pertama kali dilaporkan oleh seorang warga, M. Haiqal, yang menyebutkan bahwa struktur utama jembatan sudah dalam kondisi rapuh. Rangka besi berbentuk huruf H yang menjadi tulang punggung konstruksi dilaporkan telah mengalami keropos parah. Saat ini, jembatan hanya diikat ikat seadanya ke lantai kayu balok yang juga mulai lapuk.
“Besi bahu kiri dan kanan jembatan sudah lebih dulu rontok. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi sudah sangat membahayakan keselamatan warga,” ujar Haiqal.
Pantauan di lokasi menunjukkan bagian bawah jembatan tampak kropos dan banyak yang sudah patah , sementara papan lantai terlihat tidak rata. Kendaraan roda dua masih nekat melintas, meski risiko ambruk setiap saat tidak dapat diabaikan. Ironisnya, jembatan ini berada di jalur strategis yang setiap hari dilalui jamaah masjid, pelajar, dan warga sekitar.
Merespons kondisi tersebut, Ketua DPRK Simeulue turun langsung meninjau lokasi. Ia mengakui bahwa kondisi jembatan sudah tidak layak dan memerlukan penanganan segera .
“Ini harus segera diatasi. Saya akan sampaikan langsung ke dinas terkait agar dilakukan penanganan secepatnya,” tegas Ketua DPRK Simeulue di lokasi peninjauan.
warga berharap langkah pemerintah baik dari Desa kecamatan terutama Dinas PU segera sebelum ada korban dan Viral. Apalagi ini berada di pusat ibu kota kabupaten bulan depan sudah Masuk Bulan Ramadhan, Mengingat fungsi vital jembatan dan tingginya aktivitas masyarakat, warga mendesak adanya tindakan darurat, minimal pemasangan leger dari pohon kelapa dan pengaman sementara atau penutupan terbatas sebelum rehabilitasi total dilakukan.
Jika tidak segera ditangani, Jembatan Panter dikhawatirkan berubah dari sekadar infrastruktur rusak menjadi ancaman nyata yang menunggu korban. Pemerintah daerah dituntut bergerak cepat, sebelum kelalaian ini berujung pada tragedi” ungkapnya.
Salah satu Tokoh masyarakat desa Sinabang yang tidak ingin disebutkan indentitas nya menyampaikan ke wartawan , jangan menunggu ada korban dari infrastruktur rusak ini , baru ada tindak lanjut dari pemerintah daerah atau dinas terkait , kami hanya mintak jembatan darurat dulu klu memang belum ada anggaran ” Fungkasnya”
