Berita  

Wartawan Peduli Tembus Zona Bencana Hadirkan Durian Premium

Takengon-Infonewsnusantara.com

Di tengah lumpuhnya akses jalan akibat bencana alam, semangat kemanusiaan para jurnalis yang tergabung dalam Wartawan Peduli tak pernah surut. Mereka menghadirkan layanan khusus pengantaran durian premium langsung dari wilayah terisolir menuju pusat Kota Takengon, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menggerakkan kembali ekonomi masyarakat terdampak.

Durian yang dipasarkan merupakan jenis unggulan, yakni Durian Montong, Musang King, dan Durian Bawor, yang didatangkan langsung dari daerah terdampak bencana seperti Kekuyang, Karang Ampar, Jamat, hingga Pame – wilayah yang hingga kini masih mengalami kerusakan infrastruktur dan sulit dijangkau kendaraan.

Charim, salah seorang jurnalis sekaligus penggerak kegiatan tersebut, mengatakan program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi petani durian yang kesulitan menjual hasil panen mereka pascabencana, serta menjawab kebutuhan warga dan pejabat di Kota Takengon yang ingin menikmati durian berkualitas tanpa harus menembus medan ekstrem.

“Saat ini banyak pejabat dan masyarakat Takengon yang ingin menikmati durian, namun kondisi jalan menuju sentra durian sangat sulit. Karena itu kami hadir. Biarkan kami yang menembus medan ekstrem di zona bencana untuk mendapatkan durian terbaik, lalu mengantarkannya langsung ke rumah saudara-saudara semua,” ujar Charim, Senin (12/01/2026).

Ia menambahkan, selain mengantarkan durian, tim Wartawan Peduli tetap menjalankan tugas jurnalistik dengan melakukan peliputan langsung di wilayah terdampak sebagai bentuk komitmen profesi.

“Tak perlu mengotori sepatu dan baju untuk mencari durian ke lokasi. Kami yang menembus medan ekstrem untuk Anda, sambil tetap mencari dan menyampaikan berita sesuai profesi kami,” tegasnya.

Senada dengan itu, Rahman, anggota tim Tiga Serangkai, menyampaikan bahwa pascabencana kondisi ekonomi para wartawan dan warga setempat nyaris lumpuh. Kebun kopi rusak akibat longsor dan tidak dapat dipanen.

“Kami secara ekonomi pasca bencana tidak bisa berbuat apa-apa. Kebun kopi terimbas longsor dan tidak dapat dipanen lagi. Kami berkomitmen bangkit dengan berjualan durian, sekaligus menjalankan kepedulian sosial di tengah bencana. Ini untuk menopang ekonomi keluarga kami dan menjadi contoh bagi rekan wartawan lain, bahwa di tengah musibah kita tetap bisa berbuat sesuatu untuk masyarakat,” kata Rahman.

Sementara itu, Suyadi, juga dari tim Wartawan Peduli, menambahkan bahwa saat ini ekonomi masyarakat di wilayah terdampak berada pada titik yang sangat sulit. Harga kebutuhan pokok meningkat, sementara penghasilan nyaris terhenti.

“Kami menjadi perpanjangan tangan warga terisolir untuk menjualkan durian mereka. Ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi upaya bersama memulihkan ekonomi warga dan keluarga kami di tengah bencana,” ujarnya.

Upaya tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat di wilayah terdampak.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Wartawan Peduli. Dalam kondisi seperti ini, kami benar-benar lumpuh secara ekonomi,” ujar salah seorang warga.

Program pengantaran durian ini menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan dan bencana, kolaborasi antara kepedulian sosial dan profesi jurnalistik mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus menjaga denyut ekonomi tetap hidup di wilayah yang terdampak musibah. (***)