Langsa | INN
Menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait keresahan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Langsa terhadap program 3.000 akun SID yang dinilai tidak tepat sasaran, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Langsa, Suhartini, M.Pd, memberikan penjelasan resmi, melalui pesan whatsapp kepada INN.com
Dalam keterangannya kepada media, Senin (13/10), Suhartini menegaskan bahwa program tersebut bukanlah bentuk pemaksaan atau beban tambahan bagi ASN, melainkan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya berinvestasi di kalangan aparatur.
“Berinvestasi sangat penting bagi ASN, termasuk para guru. Tujuannya bukan semata-mata untuk menambah penghasilan, tetapi juga untuk mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera dan mandiri,” ujar Sekda.
Menurut Suhartini, ada sejumlah alasan mendasar mengapa ASN perlu mulai berinvestasi sejak dini. Pertama, investasi membantu meningkatkan kesejahteraan finansial pegawai dan keluarganya. Dengan pengelolaan yang baik, ASN dapat mencapai tujuan keuangan jangka panjang tanpa bergantung sepenuhnya pada gaji bulanan.
Kedua, investasi juga menjadi solusi menghadapi masa pensiun. “Kita ingin ASN memasuki masa pensiun dengan tenang dan nyaman, bukan justru kebingungan mencari penghasilan tambahan setelah tidak aktif lagi,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Sekda, investasi dapat menjadi sarana untuk melindungi nilai uang dari inflasi. Dengan menempatkan sebagian dana pada instrumen yang produktif, ASN bisa menjaga kestabilan daya beli di masa depan.
Suhartini juga menyoroti aspek keteladanan, terutama bagi ASN yang berprofesi sebagai guru. Ia menilai, guru yang mampu mengelola keuangan dan berinvestasi dengan bijak akan menjadi contoh positif bagi para siswa.
“Guru bukan hanya mendidik di kelas, tapi juga menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berinvestasi secara cerdas, guru mengajarkan pentingnya perencanaan dan tanggung jawab keuangan,” ujarnya.
Terkait dugaan ketidaktepatan sasaran program, Sekda menegaskan bahwa Pemko Langsa akan terus melakukan evaluasi. Program 3.000 akun SID disebut sebagai langkah awal menuju literasi keuangan dan investasi bagi ASN di seluruh lingkungan pemerintahan.
“Kami terbuka terhadap masukan. Jika dalam pelaksanaannya ada yang belum tepat, tentu akan kita perbaiki. Yang penting niatnya adalah membangun budaya melek finansial di kalangan ASN,” tegasnya.
Dengan penjelasan tersebut, pemerintah berharap ASN di Kota Langsa tidak lagi salah memahami tujuan dari program tersebut. “Investasi bukan beban, tapi bekal,” tutup Sekda Suhartini.
Editor : Redaksi
