CATAHU 2025 WALHI SUMUT : Terindikasi 7 Perusahaan Babat 5,4 Juta Pohon di Batang Toru-Tapsel, “Ini Kata Rianda Purba Soal Bencana Banjir Bandang dan Longsor.”

MEDAN | infonewsnusantara.com

Catatan Akhir Tahun 2025 Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Utara (WALHI SUMUT) mengindikasikan 7 aktivitas perusahaan membabat 5,4 juta batang pohon, sehingga menyebabkan bencana banjir bandang dan longsor. Hal itu dipaparkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Utara (WALHI SUMUT) didalam diskusi dengan tema, “Bencana Bukan Takdir : Kerusakan Hutan dan Kebijakan yang Gagal,” di Tawan Irama Coffe Lantai 2, Jalan Ngumban Surbakti Nomor 59, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, pada Selasa (23/12/2025).

Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Utara (WALHI SUMUT), Rianda Purba memaparkan hasil dari pendampingan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Utara (WALHI SUMUT) tentang ekologis di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara cukup memprihatinkan. Dia menjelaskan 7 perusahaan telah terindikasi membabat 5,4 juta pohon dari angka terkecil 11.400 ribu pohon hingga ada yang sampai membabat atau menghilangkan 2.500.000 juta pohon yang ada disekitarnya.

WALHI SUMUT merincikan, yaitu :

1). PT. Toba Pulp Lestari terindikasi, dan 2.500.000 juta pohon hilang disekitarnya.

2). PTPN-III terindikasi, dan 2.186.010 juta pohon hilang disekitarnya.

3). PT. Agincourt Resources terindikasi, dan 323.040 ribu pohon hilang.

4). PT. NSHE terindikasi, dan 165 ribu pohon hilang.

5). PT. Sago terindikasi, dan 150 ribu pohon hilang.

6). PT. SOL terindikasi, dan 62.615 ribu pohon hilang.

7). PLTMH Pahae Julu terindikasi, dan 11.400 ribu pohon hilang.

Rianda Purba menyebutkan kalau Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution harusnya bertanggung jawab soal ini. “Yang pertama Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Karena anggaran bencana banjir bandang dan longsor itu sangat sedikit dialokasikan pemerintah provinsi saat ini,” kata Rianda Purba dalam keterangan diskusi publik, di Tawan Irama Coffe Lantai 2 Jalan Ngumban Surbakti Nomor 59, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, pada Selasa (23/12/2025).

Rianda Purba juga sangat menyayangkan soal alokasi dana bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu terkesan minim. Hanya 500 Miliar dana bencana banjir bandang dan longsor tapi itu lebih sedikit dibanding biaya tak terduga yang lain atau alokasi dana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut),” ungkapnya.(inn0101/nain)