Berita  

Kordinator MSB Wiwin Suarakan Harapan Warga Simeulue Pertahankan Kapal Aceh Hebat 1

 

SIMEULUE Info News Nusantara.com– Gerimis yang turun sejak pagi tak menyurutkan langkah puluhan warga yang tergabung dalam Masyarakat Simeulue Bersatu (MSB) untuk menyampaikan aspirasi terkait rencana pengalihan rute kapal Aceh Hebat 1 (AH1). Bagi mereka, kapal tersebut bukan sekadar moda transportasi, tetapi nadi kehidupan masyarakat kepulauan. Kamis (21/11/2025).

Koordinator MSB, Wiwin, menegaskan bahwa keberadaan AH1 sangat vital bagi warga Simeulue.
“Kapal Aceh Hebat 1 ini bukan hanya soal perjalanan, tapi soal kehidupan,” ujarnya usai aksi.

Selama bertahun-tahun, AH1 melayani rute Sinabang–Calang, menjadi jembatan utama warga Simeulue untuk mengakses layanan pendidikan, kesehatan, serta kegiatan ekonomi di daratan Aceh. Setiap keberangkatan kapal menjadi penopang aktivitas masyarakat pulau.

Namun rencana Pemerintah Aceh untuk mengalihkan AH1 ke rute Krueng Geukueh–Penang menimbulkan kekhawatiran mendalam. Warga menilai kebijakan tersebut berpotensi memutus akses vital mereka–yang selama ini terbatas hanya pada jalur laut dan udara.

Aksi damai yang digelar pada hari itu juga disertai penyerahan pernyataan sikap kepada DPRK dan Pemerintah Kabupaten Simeulue. MSB berharap aspirasi warga diteruskan kepada Pemerintah Aceh agar rencana pengalihan dapat dikaji ulang.

“Kami mendukung rute internasional itu, tetapi jangan tarik AH1 dari laut Simeulue–Calang,” tegas Wiwin, menekankan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan, melainkan mempertahankan layanan dasar yang selama ini mereka andalkan.

Hal senada disampaikan Yan, warga Simeulue Timur. Ia menilai pemerintah semestinya menambah sarana transportasi, bukan mengurangi.“Simeulue ini kepulauan. Yang kami butuh itu penambahan transportasi, bukan pengurangan,” ujarnya. Ia turut mendorong pemerintah memberi subsidi tiket pesawat bagi warga yang harus bepergian untuk berobat atau keperluan mendesak lainnya.

Ketua DPRK Simeulue, Rasmanudin H. Rahimin, S.E., menyatakan pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan MSB. “Hari ini kami menerima amanah dari masyarakat. Melalui pernyataan ini, kami bersama seluruh elemen masyarakat menolak pengalihan rute Kapal Aceh Hebat 1 ke daerah lain,” kata Rasman.

Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat Polres Simeulue. Kabag Ops Polres Simeulue mengapresiasi kedisiplinan warga.
“Alhamdulillah situasi aman dan tertib,” ujarnya.

MSB menegaskan akan terus mengawal isu ini. Wiwin salah satu perwakilan MSB, mengatakan apabila tidak ada respons positif dari Pemerintah Aceh, mereka siap melanjutkan aksi ke Banda Aceh.

Di balik demonstrasi tersebut, tersimpan harapan sederhana masyarakat Simeulue: tetap terhubung dengan layanan dan kesempatan yang selama ini dihadirkan AH1. Bagi mereka, kapal itu bukan hanya alat transportasi, tetapi bagian dari denyut kehidupan yang menjaga pulau tetap terhubung dengan dunia luar(*)