Antara Singa  dan Serigala Liar “Soal Kekuatan dan Harga Diri”

Oleh : Chaidir Toweren

INN.com — Jika kita bertanya kepada seratus orang, siapa yang lebih kuat antara singa dan serigala, hampir semua akan menjawab singa. Singa dikenal sebagai raja hutan, simbol kekuasaan, keberanian, dan keperkasaan. Namun, ada satu fakta yang sering terlewat, mengapa singa bisa kita lihat di sirkus, sementara serigala tidak pernah ada di sana?

Jawabannya sederhana, namun sangat dalam “harga diri.”

Singa, meski gagah dan disegani, bisa dilatih untuk menunduk di bawah cambuk pawang. Ia meloncat lewat lingkaran api, duduk saat diperintah, dan mengaum hanya ketika disuruh. Kekuatannya tetap, tapi jiwanya telah dijinakkan. Ia menjadi simbol keberanian tanpa kebebasan, raja yang kehilangan tahtanya di bawah lampu panggung sirkus.

Berbeda dengan serigala. Ia tidak segarang singa, tidak sebesar, tidak setenar, bahkan tidak sepopuler. Tapi serigala tak pernah mau diperintah. Ia lebih memilih hidup di alam bebas, lapar tapi merdeka, daripada hidup kenyang tapi dalam kandang. Di matanya, kebebasan lebih berharga daripada pengakuan.

Dan di sinilah letak pelajaran hidupnya. Dalam dunia yang semakin ramai dengan orang yang ingin terlihat berkuasa, banyak yang memilih jalan singa sirkus, tampil gagah, tetapi sebenarnya tunduk pada kekuasaan, uang, atau kepentingan. Mereka menjadi penjilat yang bermental tunduk, menukar harga diri demi tepuk tangan.

Padahal, menjadi seperti serigala lebih terhormat. Tidak perlu ditakuti, tidak perlu disanjung, cukup berdiri dengan prinsip dan harga diri. Karena keberanian sejati bukan tentang siapa yang paling ditakuti, melainkan siapa yang paling teguh pada pendiriannya.

Dalam dunia yang kini semakin gemar menjual citra, harga diri adalah kemewahan terakhir yang tidak bisa dibeli.

Jadi, ketika hidup menawarkan pilihan: menjadi singa sirkus yang disorot, atau serigala liar yang bebas, pilihlah untuk tetap liar dengan martabatmu. Karena lebih baik tidak disegani tapi bermartabat, daripada disanjung tapi diperbudak.