Berita  

80 Hari Pascabanjir, Warga Langsa Mengaku Belum Terima Bantuan yang Dijanjikan

Langsa | INN.com  — Delapan puluh hari setelah banjir besar melanda Kota Langsa, sejumlah warga terdampak mengaku belum menerima bantuan perbaikan rumah dan penggantian perabotan sebagaimana yang dijanjikan pemerintah. Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat, terlebih karena waktu penyaluran dinilai sudah melewati masa tanggap darurat dan kini mendekati bulan suci Ramadhan.

Beberapa warga korban banjir menyebutkan hingga kini belum ada kejelasan realisasi bantuan yang sebelumnya diinformasikan akan disalurkan untuk membantu pemulihan rumah serta kebutuhan dasar yang rusak akibat terjangan banjir. Kerusakan yang dialami warga meliputi perabot rumah tangga, perlengkapan tidur, hingga peralatan dapur.

“Kami tidak mau berargumen panjang lebar. Kami hanya ingin kepastian. Dapat bantuan atau tidak. Jangan hanya janji,” ujar salah seorang warga terdampak, saat ditemui di kawasan pemukiman yang sebelumnya terendam banjir.

Berdasarkan fakta di lapangan, proses penyaluran bantuan disebut masih terkendala persoalan administrasi dan kelengkapan formulir pendataan. Sejumlah perangkat desa dan petugas lapangan dikabarkan masih melakukan perbaikan dan penyesuaian data penerima, sehingga pencairan bantuan belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Kondisi ini membuat warga harus menunggu lebih lama, meskipun pendataan telah dilakukan berulang kali.

Menurut warga, yang dibutuhkan saat ini bukan lagi pernyataan atau rencana, melainkan langkah nyata. Mereka menilai proses administrasi yang berlarut-larut membuat beban pemulihan ekonomi keluarga semakin berat, terutama bagi warga dengan penghasilan harian.

Warga juga menegaskan tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya berharap pemerintah menunjukkan ketulusan dengan merealisasikan komitmen yang telah disampaikan sebelumnya kepada para korban bencana.
“Tidak perlu janji manis. Kami hanya butuh realisasi. Apalagi ini sudah mau masuk Ramadhan, kebutuhan rumah tangga tentu meningkat,” kata warga lainnya.

Sejumlah keluarga terdampak hingga kini masih menggunakan perabot seadanya dan memperbaiki kerusakan rumah secara mandiri dengan kemampuan terbatas. Ada pula yang mengandalkan bantuan dari kerabat dan swadaya lingkungan sekitar.

Masyarakat berharap pemerintah pusat dan daerah dapat segera memberikan kejelasan terkait status, validasi data, serta jadwal penyaluran bantuan, agar para korban banjir memperoleh kepastian dan dapat mempersiapkan kebutuhan menjelang Ramadhan dengan lebih layak.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu realisasi bantuan yang dijanjikan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. (Dwn)