Banda Aceh Info News Nusantara.com
Di tengah duka dan kepanikan masyarakat pasca gempa berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang Simeulue, Ketua DPRK Simeulue Rasmanudin H Rahamin,SE, MM, mengambil langkah sigap. Ia langsung menemui Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, M.Si pada hari Kamis lalu (4/12) untuk memastikan bahwa suara dan kebutuhan masyarakat Simeulue tidak diabaikan, terutama dalam masa sulit dan Rehab rekon
Pertemuan berlangsung hangat namun penuh keseriusan, menggambarkan urgensi dan harapan besar masyarakat Simeulue. Rasman menyampaikan laporan lengkap terkait kerusakan masif pada fasilitas umum, termasuk bangunan Masjid, serta kerusakan infrastruktur jalan dan gedung lain di kecamatan-kecamatan terdampak.
Meskipun banjir turut melanda beberapa titik di Simeulue, situasi tersebut belum separah yang terjadi di Aceh Daratan. Namun, bagi masyarakat Simeulue yang baru saja diguncang gelombang ketakutan akibat gempa, kondisi itu tetap menambah kecemasan.
Dengan nada penuh empati, Rasman meminta agar tahap rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya memberikan porsi perhatian yang setara bagi Kabupaten Simeulue.
“Masyarakat di Pulau mengalami kesulitan. Simeulue berhak mendapat perhatian yang adil sama seperti wilayah lain,” ujarnya.
Permintaan itu disampaikan bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keberpihakan penuh terhadap masyarakat yang diwakilinya.
Isu Vital: Kapal Aceh Hebat 1 Harus Tetap di Rute Simeulue–Calang
Salah satu topik dalam pertemuan itu adalah aspirasi masyarakat terkait Kapal Aceh Hebat 1, yang menjadi nadi penghubung Simeulue dengan Banda Aceh. Dengan durasi pelayaran mencapai 16 jam, rute ini tidak bisa digantikan oleh kapal lain.
Rasman menyampaikan kekhawatiran masyarakat bahwa kapal tersebut akan dialihkan.
“Ini bukan sekadar transportasi. Ini detak kehidupan bagi puluhan ribu warga Simeulue,” tegasnya.
Sekda Aceh dengan penuh kepastian menjawab:
“Kapal Aceh Hebat 1 tetap melayani rute Simeulue. Itu sudah final.”
Sementara itu, rencana menghadirkan kapal cepat ke Simeulue dinyatakan tidak Feasible karena kondisi laut yang berisiko tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Sekda Aceh juga menjelaskan penyebab hambatan distribusi BBM belakangan ini. Gangguan listrik membuat pengoperasian genset terhambat sehingga memperlambat pemuatan ke mobil pengangkut.
Namun ia menegaskan:
“Stok BBM aman. Gas sudah kembali didatangkan dengan kapal. Masyarakat jangan terlalu panik.”
Pertemuan antara Rasman dan Sekda Aceh ini menghadirkan optimisme bagi masyarakat Simeulue. Di tengah bencana, hadir kepastian: bahwa pemerintah daerah tidak berjalan sendiri, dan bahwa masyarakat tidak dibiarkan dalam ketidakpastian.
“InsyaAllah, dengan kebersamaan dan koordinasi yang kuat, kita akan bangkit dari bencana ini,” tutup Rasman optimis”
